Tips Penggunaan Baby Walker Untuk Bayi

baby walker

Ketika memutuskan untuk membeli baby walker, kamu harus memahami dengan benar tentang tips penggunaan baby walker untuk bayi. Hal ini akan membantu setiap orang tua untuk menghindari kesalahan selama penggunaan. Kamu perlu menghindari kesalahan agar bayi kamu bisa menghindari hal buruk saat menggunakan baby walker. Ingat, jika terjadi hal yang tidak diinginkan, maka itu berasal dari kesalahan penggunaan bukan dari alatnya. Untuk menghindari kesalahan, simak tips penggunaan baby walker untuk bayi berikut ini.

1. Sesuaikan Usia Bayi

Hal ini sangat penting untuk kamu ketahui karena bisa membuat alat tersebut memberikan manfaat atau kerugian untuk anak kamu. Sebuah baby walker sebagian besar dirancang untuk bayi berusia 5 sampai 15 bulan. Pada rentang usia tersebut, biasanya bayi berada dalam tahap belajar berjalan.

Namun, kamu harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan si kecil karena setiap anak tidaklah sama masa perkembangannya. Jangan sampai kamu memberikan baby walker pada bayi yang masih belum siap berjalan. Kamu bisa memperhatikan apakah bayi sudah bisa menegakkan kepalanya dan kakinya sudah bisa menapak pada lantai. Jika bayi sudah memenuhi syarat ini, kamu bisa memperkenalkannya pada produk tersebut.

2. Pastikan Memakai Tipe Baby Walker yang Tepat

Produk ini hadir dengan dua jenis yaitu tipe sit-in baby walker dan tipe push baby walker yang mempunyai cara penggunaan berbeda. Untuk tipe sit-in, kamu hanya perlu mendudukkan bayi di dalamnya dan dengan bantuan beberapa roda maka bayi akan bergerak mendorong dengan kakinya.

Untuk tipe push, bayi akan berdiri di bagian belakang dan mendorongnya untuk belajar berjalan. Tipe Sit-in membuatmu harus terus mengawasi setiap pergerakan bayi agar bayi terhindar dari terjepit atau jatuh terguling.

Sedangkan Tipe Push juga memerlukan pengawasan yang sama tingginya dengan tipe sit-in, namun bayi akan lebih cepat berjalan karena otot-otot kaki dan keseimbangannya akan terlatih. Kamu bisa memakai salah satu atau keduanya sesuai dengan kebutuhan saat itu.

3. Aturlah Perlengkapan Keamanan Baby Walker

Kamu bisa mengatur perlengkapan yang disediakan oleh baby walker demi meraih keamanan yang sempurna. Untuk keamanan si kecil, kamu bisa mengatur kecepatan roda atau peredam kecepatan untuk mencegahnya berjalan terlalu cepat. Dengan pengaturan yang lebih lambat, kamu bisa membuat bayi lebih aman karena bayi bisa lebih mudah dalam mengontrol gerakannya.

Baby walker yang bergerak terlalu cepat akan membuat bayi kesulitan untuk melakukan kontrol setiap berpindah kesana kemari. Bahkan kamu juga bisa memastikan alat ini dapat berhenti bergerak bila salah satu roda berada di posisi miring.

Dengan produk yang otomatis berhenti ketika roda miring ini, kamu bisa lebih menjamin keamanan si kecil. Biasanya, baby walker yang otomatis berhenti ini mempunyai perlengkapan rem dan roda yang bisa terkunci otomatis sehingga produk tidak akan bisa bergerak.

4. Singkirkan Barang-Barang Berbahaya

Ketika bayi menggunakan baby walker, dirinya bisa berdiri sehingga dapat mencapai tempat yang lebih tinggi. Dengan rasa ingin tahunya yang tinggi, maka bayi akan suka menyentuh benda-benda di sekitarnya termasuk benda yang lebih tinggi.

Nah, saat bayi sedang memakai baby walker, maka kamu harus mengamankan benda berbahaya yang berada dalam jangkauan bayi. Hal ini bertujuan untuk menghindarkan bayi dari kemungkinan buruk selama penggunaan. Kamu harus memeriksa sekeliling tempat yang akan menjadi ruang jangkauan bayi ketika memakainya.

Beberapa tips penggunaannya untuk bayi di atas dapat kamu terapkan agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Memang benar produk ini dapat memberi dampak yang buruk pada anak. Namun, itu hanya akan terjadi jika kamu tidak menggunakannya dengan benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *